Unsafe Behavior, Faktor Utama Penyebab Kecelakaan!

7 Mei 2015

Apa sih yang terbayang dalam benak Anda ketika mendengar  berita kecelakaan? Pasti Anda langsung mempertanyakan apa sih penyebab kecelakaan tersebut. Terdapat dua hal yang menjadi penyebab masalah keselamatan dan kesehatan, diantaranya:

 

  1. Unsafe condition (kondisi yang tidak aman)
  2. Unsafe/ at risk behavior (perilaku manusia yang berisiko)

Melihat banyaknya kasus kecelakaan akhir-akhir ini, baik kecelakaan kerja atau pun kecelakaan lalu-lintas sebagian dari Anda pasti menduga unsafe behavior lah yang menjadi penyebab utama kecelakaan. Benarkah? Simak hasil riset terkait penyebab utama kecelakaan!

 

"80-95 persen dari seluruh kecelakaan kerja yang terjadi disebabkan oleh unsafe behavior" - Penelitian Cooper

 

"Penyebab kecelakaan kerja 88 persen adalah unsafe behavior, 10 persen disebabkan oleh unsafe condition, dan 2 persen tidak diketahui penyebabnya" - Riset NCS (National Safety Council) US

 

"Sebanyak 96 persen kecelakaan kerja disebabkan oleh unsafe behavior dan 4 persen disebabkan oleh unsafe condition" - Penelitian DuPont Company

 

Beberapa hasil penelitian di atas menunjukan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah faktor manusia. Sebagai contohnya, kecelakaan motor gede (moge) yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11 April 2015) lalu, menewaskan satu orang dan satu lainnya luka-luka.

 

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan kecelakaan ini jelas terjadi karena human error. Moge melaju dengan kecepatan tinggi dan pengendara diduga mengonsumsi minuman keras.

Itulah salah satu contoh kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena unsafe behavior. Namun sekarang pertanyaannya adalah, hal apa yang menyebabkan unsafe behavior itu terjadi?  Apakah benar unsafe condition bisa dijadikan pemicu yang menjadikan unsafe behavior menjadi penyebab utama kecelakaan?

 

Misalnya, untuk kasus pekerja kantoran yang terkena penyakit punggung, apakah sebelumnya mereka sudah ditraining ergonomi, jika belum mungkin tidaklah bijak jika mengatakan bahwa ini disebabkan oleh unsafe behavior, karena perusahaan sendiri tidak memberikan pelatihan kepada pekerjanya, dalam hal ini adalah unsafe condition.

 

Nah, dari kedua kasus dengan kondisi berbeda di atas dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan mungkin memang tantangan utamanya adalah merubah perilaku manusia. Namun perlu diingat, Anda atau perusahaan juga perlu memperhatikan unsafe condition yang sebenarnya bisa saja disebut sebagai pemicu munculnya unsafe behavior.

 

Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan sosialisasi kepada para karyawannya mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Perusahaan bisa melakukan training ditunjang dengan media kampanye kreatif agar mudah diingat karyawan, seperti poster, stiker, handbook, dan lain sebagainya.




Baca juga
1 Maret 2016
Di Negara Ini, Anak Diajarkan "Rasa Malu" Jika Menyerobot Antrean, Bagaimana dengan Indonesia?
Bagaimana rasanya jika kita sedang mengantre tiba-tiba ada orang yang menyerobot antrean tanpa permisi atau karena alasan keadaan darurat?

9 Juli 2015
Lemas Bekerja Saat Puasa? Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur!
Bekerja saat puasa, tubuh membutuhkan energi lebih agar Anda tidak mudah merasa lemas atau mengantuk. Maka dari itu, Anda harus mengubah beberapa kebiasaan agar tetap produktif saat bekerja di bulan puasa. Salah satunya dengan menghindari kebiasaan mengonsumsi beberapa makanan pemicu kelelahan berlebih, di antaranya

1 Juni 2015
Berhenti Bekerja Jika Tidak Mau Terserang Penyakit Ini!
Segera berhenti bekerja atau Anda jadi korban selanjutnya! Saat ini, kasus pekerja yang menderita alergi akibat lingkungan kerja terus meningkat. Secara global, asma menjadi reaksi alergi terbanyak di lingkungan pekerja.

27 Mei 2015
Selamat! Fadeli Kembali Raih Penghargaan K3
Lagi, Bupati Lamongan, H Fadeli kembali memperoleh penghargaan sebagai pembina terbaik dalam Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Penghargaan tingkat Jawa Timur itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim, Soekarwo Negara Grahadi Surabaya, Rabu (22/4) lalu.

26 Mei 2015
Kecelakaan Kerja Hulu Migas di Indonesia Masih Tinggi, Kenapa?
Angka kecelakaan kerja pada kegiatan hulu migas di sepanjang 2014 mencapai 159 kejadian. Di tahun sebelumnya, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat angka kecelakaan kerja mencapai 183.

Pembayaran

  • BCA
  • No. Rek 777 – 0876553
    An. PT SAFETY SIGN INDONESIA

Tentang Kami

PT Safety Sign Indonesia 

Ruko Maple Kav E
Jl. Raya Gunung Batu No. 201
Bandung 40175
Jawa Barat - Indonesia

  • Phone 1 : 022 8606 5300 
  • Phone 2 : 022 601-0505
  • Mobile 1 : 0817 215 215
  • Mobile 2 : 0811 2257 997
  • Fax       : 022 2003 684 
  • Email    : [email protected]

fb icon Linkedin

© Safety Sign Indonesia. All Rights Reserved.